Desa selalu punya cara untuk membuat hati terkesan dan terkenang. Kalau tidak dengan suasanaya, ya kulinernya. Nah, di Pasar Tradisional Slumpring yang berlokasi di Desa Cempaka, Kecamatan Bumi Jawa, Slawi, Jawa Tengah, Anda bisa mendapatkan keduanya: suasana syahdu nan alami, sajian khas desa yang khas.

Photopie by @lisvifadlillah
Pasar Slumpring sendiri sudah dua tahun berjalan. Tapi belakangan semakin ramai dikunjungi wisatawan. Ada beberapa keunikan dari wisata ramah lingkungan yang juga dikenal dengan Kampong Bamboo itu. Dikenal dengan Kampong Bambu karena lokasi pasar berada di kebun bambu desa Cempaka. Ada banyak hal menarik untuk diulik dari wisata Slumpring. Berikut rinciannya:
1. Alat Transaksi Pakai Irat
Memiliki konsep seperti beberapa foodcourt di mal-mal kota besar atau tempat wisata lain, di Pasar Tradisional Slumpring, alat pembeliannya tidak menggunakan mata uang pecahan rupiah, melainkan ditukar dengan alat transaksi bernama irat. Satu irat setara Rp 2.500,- dan kalau Anda tidak sampai menghabiskan seluruh irat yang sudah Anda tukar, boleh kok ditukar balik, tetapi nilainya turun jadi Rp 2000,- saja.


PHOTOPIE by @lisvifadlillah
Tempat penukaran berada di sebelah kiri dari gapura area pasar. Ada sebuah gubuk yang ditulis dalam bahasa Ngapak Tempat Ngijoli Duit atau berarti Tempat Penukaran Uang. Anda akan bertemu dengan prtugas penukaran yang mengenakan tanda pengenal dari bambu yang dikalungkan bertuliskan Tukang Ngijoli Duit.
Bagi pecinta jajanan tradisional, pasar Slumpring adalah surga. Mulai dari kue berbahan tepung beras seperti kue serabi, cucur, hingga pancong dan putu. Untuk jajanan berbahan ketan ada klepon, cenil, maupun ketan pencok. Sedangkan kue berbahan singkong ada mata roda yang warna warni dengan tengah isi pisang dilengkapi taburan kelapa, kocar-kacir yang manis disiram air gula merah yang kental, atau gethuk.
Rata-rata harga jajanan adalah 1-4 irat atau sekitar Rp 2.500- Rp 10.000,- saja. Oh, jangan lupakan tahu aci, mendoan dan gorengan dage dengan cabe rawit yang joss dan bikin gobyos ya mumpung ada di kampung orang Ngapak. Karena, selain ora Ngapak ora kepenak, ora ana mendoan rasane ana sing kurang (tidak enak kalau tidak ngomong Ngapak, tidak ada mendoan juga rasanya seperti ada yang hilang) kaya kuwe!
3. Makanan lokal
Sementara makanan berat yang bisa dinikmati adalah soto Jawa. Tapi yang wajib adalah kolah-kaleh, yakni makanan seperti lotek yaitu terdiri dari berbagai macam sayur yang sudah direbus mulai daun singkong, kol, selada air, daun muda labu siam, kacang panjang, dan dilengkapi kupat. Semua bahan itu dikolah-kaleh (diaduk-aduk) di atas cowet (cobek) dengan bumbu kacang tanah plus gula jawa, terasi sedikit biar sedap, cabe rawit bagi yang doyan pedas.
Baca juga: Pojok Favorit di Jakarta
Selain kolah-kaleh, ada Sega Ponggol. Bisa disamakan dengan nasi campur, ada nasi dan lauk. Bedanya tidak pakai mie atau tempe oreg melainkan dengan urab sayur dan ikan asin, harganya cuma 3 irat, tambah jengkol 4 irat, kalau pakai ayam 7 irat. Nasinya bisa milih nasi beras atau nasi jagung. Ada juga nasi (apa tuh yang pake dage temen dan cemongkak). Harganya 7 irat saja.
Kalau seret, ada beberapa yang bisa dipesan diantaranya dawet, teh wasgitel asli Tegal, es campur, dan sari jeruk.

PHOTOPIE by @lisvifadlillah
Untuk dapat menikmati suasana asri Pasar Tradisional Slumpring, Anda harus datang hari Minggu, karena memang buka hanya Minggu mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.00WIB. Biaya masuk area atau retribusi hanya Rp 2000,- saja plus parkir kendaraan roda dua Rp 3000,- sedang roda empat Rp 5000,-
P. S: catatan ini telah dipublikasikan di detik travel dengan akun Lisvi Padlilah: https://m.detik.com/travel/dtravelers_stories/u-4900546/nikmati-nostalgia-hidup-di-desa-nan-syahdu-di-pasar-tradisional-slumpring



